Pelajaran Sukacita dari Putri Salju dan Tujuh Sahabat
Putri Salju melarikan diri ke dalam hutan. Ia merasa kedinginan dan ketakutan. Ia mengira dirinya telah kehilangan tempat tinggal dan jati dirinya. Namun, ketujuh kurcaci bukan hanya membuka pintu rumah kecil mereka, tetapi juga memperkenalkannya kepada kehidupan yang belum pernah ia alami sebelumnya.
Kehidupan yang Penuh Sukacita di Hutan
Setiap hari, para kurcaci pulang dari tambang. Meskipun tubuh mereka penuh debu, mereka selalu tertawa dan bercanda. Mereka berbagi cerita tentang hal-hal menarik yang terjadi di hutan. Mereka tidak kaya, tetapi dengan senang hati berbagi. Sebuah roti dibagi menjadi delapan bagian, dan sebuah lagu yang dinyanyikan bersama dapat membuat mereka bersukacita sepanjang hari.
Yang lebih mengejutkan sang putri, setiap hari mereka juga merawat hewan-hewan kecil di hutan. Kelinci yang terluka, landak yang tersesat, dan burung hantu yang sakit semuanya dirawat dengan penuh perhatian.
Sang putri bertanya, “Kalian sendiri hidup kekurangan, mengapa masih mau merawat mereka?”
Salah seorang kurcaci tersenyum dan berkata, “Karena kami juga dibesarkan oleh hutan!”
Di istana, sang putri belum pernah merasakan kasih yang begitu sederhana. Rumah kecil yang sederhana dan tua itu justru membuatnya untuk pertama kali memahami apa arti kasih dan pengharapan.
Berbagi Tidak Perlu Menunggu Sampai Berkelimpahan
Alkitab berkata, “Janganlah tiap-tiap orang hanya memperhatikan kepentingannya sendiri, tetapi kepentingan orang lain juga.” (Filipi 2:4) Ketujuh kurcaci tidak memiliki pengetahuan teologi yang mendalam, tetapi mereka menghidupi sikap berbagi dan kepedulian. Mereka memberikan apa yang mereka miliki, sekaligus membawa sukacita kepada orang-orang di sekitar mereka.
Berbagi sukacita tidak perlu menunggu sampai kita memiliki lebih dari cukup. Kita dapat mulai memberi bahkan ketika kita sendiri berkekurangan. Ketika para kurcaci membagikan potongan roti terakhir kepada sang putri, mereka tidak kehilangan apa pun. Sebaliknya, mereka bersama-sama mengalami kelimpahan.
Demikian juga, ketika kita peduli kepada orang-orang di sekitar kita yang lemah dan membutuhkan pertolongan, kasih mulai mengalir, dan pengharapan dapat berakar di dalam hati mereka.
Yesus berkata, “Kamu adalah terang dunia.” (Matius 5:14) Kiranya, meskipun kita tidak kaya, kita tetap bersedia berbagi; meskipun kita tidak sempurna, kita tetap mau mengasihi. Ketika kita berbagi sukacita, sukacita akan berlipat ganda; ketika kita menyampaikan pengharapan, pengharapan pun dapat menyebar.
本文章中文版連結:白雪公主與七友的喜樂課堂
Ditulis oleh: Rita Yeung
Diperiksa oleh: Kristanti








