藝術蹤跡:及時回應時代的藝術作品

及時回應時代的藝術作品

11月26日香港發生了非常嚴重的火災,震撼全世界,令人心痛。

林廣全牧師說:「我們相信苦難並不是神的心意,但卻是祂所容許。苦難是我們在生時永遠不能猜得透的主題,但如果我們懷著完全信靠神的心,就深信萬事都互相效力叫愛神的人得益處。就像舊約裡的約瑟被哥哥們出賣,歷經苦難,他當然是極度痛苦的,但結果卻為整個家族帶來拯救。

苦難很多時是由一些人為因素構成的,然後牽連很多無辜的人。無辜的人受到傷亡,何來益處?但從另一個角度來看,他們可以得著煉淨轉化、生命重新被塑造、甚至得著提醒、召喚。正如今次的無情大火,至少提醒我們要珍惜眼前人。

從人的觀點,很多生命無緣無故的喪失了。但這些靈魂的去向,並非我們在世的人能夠完全知曉。在上帝的全知、全能、公義和慈愛中,自有祂的安排。我們重視現在的生命,但永恆的生命更加重要。苦難和死亡一直都是奧秘,不是我們所能完全理解,但神一直都在,而且為了我們,祂的獨生子也為我們經歷了痛苦和死亡。這樣的一位神,是值得你和我跟隨、信靠。憑著信心,我們可以超越由苦難而來的疑惑。」

及時回應的繪畫作品

主必看顧

主仍在淌淚

災難發生後,筆者即時創作了一幅作品——《主必看顧》,媒介為油畫,尺寸74×90cm。作品於2025年11月30日公開展示,也在筆者所在教會的分享時段中播放。然而,令筆者震驚的是,當這幅作品在 Facebook 發佈後,截至交稿時已有2380個「讚」。我相信大部分按讚的人都是基督徒。同時,筆者也注意到有不少抱怨或不理解的留言,甚至有挑戰基督信仰的未信者。筆者沒有回應,因為不認識這些負面留言的人;任何回應都可能引發無休止的爭論。

筆者於2025年12月3日完成了另一幅油畫作品,題為《主仍在淌淚》,尺寸73×100cm。這是一脈相承的作品,旨在回應信心軟弱的人。畫作表達了主看到許多新發現的屍體,也對哀傷的家人感同身受。

這兩件作品的創作動機都是對世情的回應。筆者十分認同藝術家應承擔社會責任,因為社會能夠容納藝術家,必然期待他的貢獻。作為基督徒藝術家,我們可以透過藝術創作面對時代,從作品中流露上帝的美善,讓觀眾藉此親近上帝,這也是上帝所喜悅的。筆者的作品呈現的不是災難本身,而是在人的罪性與軟弱中彰顯上帝的看顧與憐憫;畫面的上半部是主耶穌,象徵上帝的美善。藉由藝術,觀眾和弟兄姊妹能明白:視覺藝術並非曲高和寡,而是關注時代與社區的媒介。正如文學、音樂、舞蹈、電影等藝術形式表達人性、彰顯光明與陰暗面,讓我們反思生命。

伴隨有你

筆者的第三件作品於2025年12月15日完成,題為《伴隨有你》,媒介為塑膠彩,尺寸80×100cm。畫中的紫荊花在陽光下展現出強烈的生命力,傳達筆者渴望為大埔火災受災者帶來安慰的熱忱,希望呈現「藝術治療」的效果。筆者向藝術治療師廖志慰老師請教,並從心理學與信仰角度進行觀察,使作品更溫柔地「著地」,期望觸及傷痛者的心靈。

關於創傷的「時間性」與「心理距離」,火災發生至今僅兩週,對倖存者而言,他們仍處於「急性創傷期」(Acute Trauma Phase)。此時的記憶充滿驚恐、喪失與混亂,甚至連基本安頓尚未完善。在創傷心理學中,從「創傷」到「復原(或創傷後成長)」之間,往往是一段漫長的哀悼與重整過程。

畫作中呈現「燦爛盛開」的景象,與災民當下「廢墟般」的心境形成強烈對比。為避免受創者感到孤單,或誤以為「如果我現在還振作不起來,是不是不夠堅強?是否會失去上帝的喜悅?」在建立有效同理心時,不應催促他們「快點站起來加入我們」,這可能會讓正處崩潰邊緣的人感到被排斥。更好的方式是告訴他們:「即使你現在站不起來,我也會陪坐在你身旁。」

為拉近作品與受災者的距離,使「藝術治療」更具包容性,筆者在象徵被火燻黑的大廈外牆上加入紗布與繃帶,象徵「包紮」與呵護。這表明我們注意到傷口的存在,並以時間和耐心去療愈,讓受傷者感到被接納。

作品的描述如下:

「我和大家一樣,心中充滿哀傷與痛惜;這兩週是何等漫長而艱難的日子。我們願輕輕播種一份溫柔的陪伴,無論等待多久;祈願上帝的愛如幼苗,在瓦礫中安靜守護著大家。願我們學習在包裹傷痛中彼此支撐,紫荊花若能再次綻放,不是因為我們遺忘痛苦,而是因為我們在愛中被重新建立。」

筆者將災難場景置於一片草地中,象徵眾人的關懷雖微小如一株小草,卻能陪伴受災者同行。幼苗象徵生命力的延展與長期陪伴,無論倖存者與受影響的人需要多久時間才能平復,我們都願意與他們一同前行,帶來一絲安慰。當我們放慢腳步,承認傷痛的存在,安慰的力量便更深遠。

藝術是表達世情的另一方式

藝術對創作者與觀眾都有治療作用。創作者可以透過創作釋放恐懼、不安與疑惑等負面情緒。廖志慰老師指出:「藝術治療的核心在於『連結』(Connection)與『涵容』(Holding)」。觀眾看到真情表白,也能產生共鳴與同理心,進而得到療癒。對創作者而言,這既是宣洩,也是宣告與啟示。觀眾在接收作品時,也應先聆聽、理解,再作判斷,而非任意解讀。正如欣賞古典名畫或大師作品時,了解創作背景與歷史環境,才能更全面理解藝術的意義。這是一個雙向互動的過程,而非單向情緒主導。

基督教藝術的普及也是教育過程,幫助部分封閉的基督徒擴闊眼界,理解上帝的多元性。上帝可以用各種方式讓人認識與接受祂,使人成為主的門徒,而不僅僅是信徒。


為回應印尼家庭傭工來港工作的需要,從本期(2026年1月號)起,我們將福音文章翻譯成印尼文,盼望帶領更多印傭認識主。若你認識印傭或參與相關事工,歡迎轉告或與我們聯絡。

也請大家為這項事工祈禱,求主使用這份服事,帶來平安與福音的果效。

Cinta Seni yang Menemani Korban Bencana

Setelah kebakaran di Tai Po, penulis segera menciptakan karya seni lukisan minyak berjudul “Tuhan Akan Menjaga” (74×90cm), dan pada tanggal 3 Desember 2025 menyelesaikan karya lain berjudul “Tuhan Masih Menangis” (73×100cm). Kedua karya ini memiliki kesinambungan, menanggapi orang-orang yang lemah imannya, mengekspresikan kesedihan Tuhan atas penemuan jenazah baru, serta empati terhadap keluarga yang berduka.

Sebagai seniman Kristen, melalui seni kami menghadapi zaman ini dan mengekspresikan kebaikan Tuhan, sehingga penonton dapat lebih dekat dengan-Nya. Karya ini bukan untuk menampilkan bencana itu sendiri, melainkan untuk menyoroti pemeliharaan dan belas kasih Tuhan di tengah kelemahan dan dosa manusia; bagian atas lukisan yang menampilkan Yesus Kristus melambangkan kebaikan Tuhan, mengingatkan penonton bahwa seni visual bukan hanya untuk kalangan tertentu, tetapi juga menjadi media yang peduli pada masyarakat kontemporer dan komunitas.

Karya ketiga penulis, “Bersamamu” (cat akrilik, 80×100cm), selesai pada tanggal 15 Desember 2025. Bunga Bauhinia dalam lukisan menunjukkan vitalitas yang kuat di bawah sinar matahari, menyampaikan penghiburan dan perhatian kepada korban kebakaran Tai Po, sekaligus menampilkan efek “terapi seni”. Penulis berkonsultasi dengan terapis seni, Bapak Ivan Liu, dan mengamati dari perspektif psikologi dan iman, sehingga karya tersebut dapat “mendarat” dengan lembut dan menyentuh hati mereka yang terluka.

Hanya dua minggu setelah kebakaran, para penyintas masih berada dalam “fase trauma akut” (Acute Trauma Phase), dengan ingatan yang penuh ketakutan dan kekacauan, serta kondisi dasar yang belum stabil. Psikologi trauma menunjukkan bahwa proses pemulihan dari trauma sering memerlukan masa berkabung dan penataan ulang yang panjang. Lukisan ini menampilkan pemandangan “mekar cemerlang”, kontras dengan kondisi batin para korban yang saat itu seperti “puing-puing”. Untuk menghindari menekan para penyintas agar cepat bangkit, penulis ingin menyampaikan: “Meski sekarang kamu belum bisa berdiri, aku akan tetap duduk di sampingmu.”

Untuk mendekatkan karya dengan korban bencana, penulis menambahkan kain kasa dan perban pada dinding luar gedung yang tersengat api, melambangkan “pembalutan” dan perawatan, menunjukkan bahwa kita memperhatikan luka yang ada, serta menyembuhkannya dengan waktu dan kesabaran, agar korban merasa diterima. Penulis menggambarkan karya tersebut sebagai berikut: “Seperti kalian, hatiku penuh kesedihan dan kepedihan; dua minggu ini panjang dan berat. Kami ingin menabur sedikit pendampingan yang lembut, berharap kasih Tuhan seperti bibit muda yang menjaga kalian di tengah puing. Semoga kita belajar saling menopang dalam membalut luka; bunga Bauhinia jika bisa mekar lagi, bukan karena melupakan rasa sakit, tetapi karena dibangun kembali dalam kasih.”

Penulis menempatkan adegan bencana di tengah padang rumput, melambangkan bahwa perhatian kecil pun dapat menemani korban bencana. Bibit muda melambangkan perpanjangan kehidupan dan pendampingan jangka panjang; berapa pun lama waktu yang dibutuhkan para penyintas atau yang terdampak, kami bersedia berjalan bersama mereka.

Berjudul:Tuhan Akan Menjaga

Berjudul:Tuhan Masih Menangis

Berjudul:Bersamamu

 

文:周文志
Text:Mann Chow
Proofread:Kristanti

Comments are closed.